Penyimpangan Pola Makan dalam Dunia Olahraga

 

Edisi : Vol. 4, No. 2, Agustus 2009
Oleh : Dony Andrijanto ( FIK-UNESA )

Abstraksi :

Olahraga adalah cara terbaik untuk membentuk tubuh yang kuat dan sehat, membangun percaya diri dan kebanggaan diri. Pola makan sehat adalah faktor kunci untuk meraih performa terbaik dalam olahraga. Jika nutrisi tidak tersedia dengan baik karena pola makan yang menyimpang maka pertaruhannya adalah performa bahkan kesehatan secara keseluruhan. Bagi atlet, pandangan tentang citra tubuh yang ideal merupakan mitos, dimana setiap orang ukurannya berbeda-beda. Sedangkan bagi pelatih, mengatur pola makan atlet adalah keharusan karena berbanding lurus dengan performa atlet.

Penyimpangan pola makan ada dua, yaitu (1) disordered eating ; meliputi pola nutrisi yang buruk, ketidakseimbangan antara jenis-jenis makanan yang dikonsumsi, kekuarangan asupan makan dan menghindari makan. (2) eating disorders ; perubahan perilaku dengan tujuan mengatur pola makan sehingga berat badan berkurang dengan pencitraan diri yang keliru tentang berat badan yang ideal.

Bentuk-bentuk penyimpangan pola makan adalah (1) Anorexia Nervosa, yaitu upaya sengaja membuat diri sendiri lapar dan menurunkan berat badan secara drastis, (2) Bulimia Nervosa yaitu pola makan dengan porsi banyak dalam sekali makan kemudian diikuti dengan tidak makan sama sekali sebagai akibat kesadaran untuk tidak mau kegemukan, (3) Binge-Eating Disorder yaitu ditandai dengan bingeing yaitu nafsu makan banyak dalam sekali duduk tetapi diikuti dengan purging yaitu menghindari makan dengan memakai laxative, muntah dan kegiatan yang berlebihan.

 

Keyword: Penyimpangan Pola Makan, Olahraga

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

Iklan

Hubungan Kemampuan Awal dan Minat Terhadap Olahraga Prestasi Belajar Olahraga Mahasiswa FIK UNESA

 
Edisi : Vol. 4, No. 2, Agustus 2009
Oleh : Abdul Rachman ST, Amrozi Khamidi ( FIK UNESA )

Abstraksi :

The purpose of this research was to fmdne correlations between cognitive early and enthusiasm toward sport science, and achievement in sport science. The population of the study was the training students of FIK UNESA. There were 140 subjects sample chosen from the population. The Pearson’s Product Moment and Multiple Correlation were applied to analyze the data. The results showed that: there was correlation between cognitive early and achievement in sport science; there was correlation between enthusiasm toward sport science; achievement in sport science can be predicted from cognitive early and enthusiasm toward sport science.
Keyword: prestasi belajar mahasiswa olahraga, kemampuan awal, minat terhadap olahraga

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

Analisis Smash Tim Putri pada Kejuaraan Bolavoli Junior Se-Asia Tenggara XV 2008

 
Edisi : Vol. 4, No. 2, Agustus 2009
Oleh : Machfud Irsyada ( FIK-UNESA )

Abstraksi :

Permainan Bolavoli merupakan salah satu dari sekian banyak cabang olahraga di Indonesia dan perkembangannya cukup besar. Adanya Kejuaraan Junior Se-ASEAN ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang cukup besar bagi dunia perbolavolian di masing-masing negara peserta. Atlet-atlet muda yang ditempa diharapkan mampu menjadi tulang punggung bagi prestasi bolavoli di setiap negara peserta dalam perkembangannya. Dalam permainan bolavoli bukan hanya teknik saja tetapi fisik, taktik serta mental juga mempunyai pengaruh yang sangat besar. Teknik dasar merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dikuasai oleh pemain bolavoli. Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan  sesuai untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif yang sesuai dengan peraturan-peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Smash merupakan suatu teknik dasar yang sangat penting dalam permainan bolavoli, hal ini yang mendorong untuk mengetahui efektifitas smash pemain bolavoli puteri pada Kejuaraan Junior ASEAN XV tahun 2008 di Jember, yaitu smash open, semi, quick, back attack.

Analisa ini adalah untuk mendapatkan data secara akurat dari smash open, semi, quick, back attack pada pemain puteri di Kejuaraan Junior ASEAN XV tahun 2008 di Jember adalah smash open sebesar 63,19%, smash semi sebesar 76,1%, smash quick 65,2% dan smash back attack sebesar 57,5%. Dari hasil perhitungan tersebut dapat dikatakan bahwa smash semi mempunyai nilai yang paling tinggi diantara yang lain (open,quick,back attack). Artinya dapat dikatakan bahwa smash semi lebih baik dari smash lainnya (open,quick,back attack) pada Kejuaraan Junior ASEAN XV tahun 2008 di Jember.
Keyword: Smash bolavoli puteri ASEAN Junior 2008

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendidikan Berbasis Kebersamaan

 
Edisi : Vol. 4, No. 2, Agustus 2009
Oleh : Abdul Hafidz ( FIK-UNESA )

Abstraksi :

Banyak metode pembelajaran yang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa.  Melihat dari tujuan belajar yang berorientasi pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor, maka pembelajaran kooperatif, merupaka salah satu alternatif yang perlu di coba.  Tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah memaksimalkan potensi siswa dari segala segi dengan bekerjasama dalam suatu kelompok yang heterogen.  Dari situ kemudian siswa dapat mengkonstruk (membangun) pengetahuannya sendiri setelah melalui belajar kelompok.

 
Keyword: Metode, Pembelajaran Kooperatif

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

Gizi untuk Cabang Olahraga Hoki

 
Edisi : Vol. 4, No. 2, Agustus 2009
Oleh : Mohammad Faruk ( FIK UNESA )

Abstraksi :

Cabang olahraga hoki adalah cabang olahraga yang membutuhkan energi yang sangat tinggi. Permainan olahraga hoki hampir sama dengan cabang olahraga sepakbola yang membutuhkan kecepatan, kekuatan dan stamina yang tinggi. Untuk itu, Menu makanan bagi atlet hoki disusun dengan tepat berdasarkan kebutuhan. Secara umum, faktor yang harus dipertimbangkan adalah Metabolisme Basal Rate yaitu energi yang dipakai untuk aktivitas metabolisme jaringan tubuh pada waktu istirahat. Specific Dynamic Action adalah penggunaan energi yang dipakai untuk proses penyerapan dan pencernaan makanan yang berbeda untuk setiap zat gizi (karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air dan serat). Disamping itu menu makanan untuk atlet hoki harus beraneka ragam memenuhi kebutuhan energi cukup tinggi karbohidrat (60-70%), rendah lemak (<25%), cukup protein (1 gram/kg BB/hari) dan cukup vitamin, mineral serta cukup air.


Keyword: gizi, cabang olahraga hoki

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]