Cidera Olahraga dalam Kaitannya dengan Spesifikasi Sepatu Olahraga

Edisi : Vol. 4, No. 1, April 2009
Oleh : Kunjung Ashadi, Abdul Hafidz ( FIK-UNESA )

Abstraksi :

Sport dispute caused by many factors. One of them is sport equipment. Shoes as an item of sport equipment has contribution to prevent sport injuries or maybe, in bad effect, shoes exactly causes the happening of sport injuries. Unique and various characteristics of each sport branch are main factors to determine of design / making sport shoes.  That’s why each sport shoes uses various compotition materials, appropriate with each sport branch demand, to increase performance and absolutely minimize risk of sport dispute.

Keyword: cidera olahraga, sepatu olahraga

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

Iklan

Program Pengalaman Lapangan (PPL) S-1 Penkepor Upaya Mempertegas Jati Diri Lulusan

Edisi : Vol. 4, No. 1, April 2009
Oleh : I Made Sri Undy Mahardika ( FIK-UNESA )

Abstraksi :

Penelitian literature ini mengkaji tentang model Program PPL bagi mahasiswa S-1 Penkepor sesuai dengan kompetensi yang didesain dalam kurikulum. Literatur utama yang dikaji: Buku Pedoman Unesa Tahun 2004, 2005, 2006,  2007, ditambah literatur pendukung terutama Kepmendiknas  Nomor 045/U/2002 tentang  Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dan  Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa rancangan dan pelaksanaan PPL Prodi S-1 Penkepor perlu dilakukan secara khusus mengingat tugas pokok dan fungsinya di sekolah. Kegiatan PPL mahasiswa harus merupakan implementasi dari: 1) kompetensi utama sebagai pelatih berbagai Cabor di sekolah, yang diperuntukkan bagi peserta didik yang teridentifikasi berbakat di cabang olahraga  tertentu. Peserta didik ini dilatih dengan baik untuk menjadi atlet berprestasi yang akan membawa nama baik sekolah diajang pertandingan antar sekolah, Popsi, Popda, Kejurnas dan kejuaraan lainnya, 2) Sedangkan pelaksanaan kompetensi pendukungnya sebagai guru Penjaskes dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran Penjasorkes untuk semua peserta didik, dan pelaksanaan ekstra kurikuler untuk anak-anak yang berminat di Cabor tertentu.

Keyword: PPL, Mahasiswa

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

Kontribusi Daya Ledak (Power) Otot Tungkai pada Kemampuan Menendang Bola Ke Sasaran

Edisi : Vol. 4, No. 1, April 2009
Oleh : Achmad Widodo ( FIK-UNESA )

Abstraksi :

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kontribusi antara daya ledak (power) otot tungkai pada kemampuan menendang bola ke sasaran.. Sampel dalam penelitian ini adalah pemain sepakbola putera usia 18 tahun keatas yang berjumlah 30 orang pemain

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional. Dimana analisis data menggunakan teknik korelasional untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih, kemudian dicari besar kontribusi masing-masing variabel terhadap kemampuan menendang bola (shooting).

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata daya ledak (power) otot tungkai sebesar 241,87 dengan simpangan baku sebesar 14,01. Adapun hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal, yaitu dengan X2 hitung = 8,848. Sedangkan hasil penelitian tentang kemampuan menendang bola ke sasaran, diperoleh rata-rata sebesar 1,21 dengan simpangan baku sebesar 0.13. Adapun hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal, yaitu dengan X2 = 2,3512

Untuk hasil analisis tentang daya ledak (power) otot tungkai pada kemampuan menendang bola ke sasaran (shooting), perhitungan koefisien korelasinya diperoleh nilai r = -0,27 dan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 7,29%.

Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat kontribusi yang rendah antara daya ledak (power) otot tungkai pada kemampuan menendang bola ke sasaran.

Keyword: Daya ledak, Tendangan

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

INFLUENCES OF DECREPIT GYNMNASTIC EXERCISE TOWARD BLOOD TENSION OF HYPERTENSION PATIENTS AGE 40 AND OVER

Edisi : Vol. 4, No. 1, April 2009
Oleh : NOORTJE ANITA KUMAAT ( FIK-UNESA )

Abstraksi :

At women aged 40 blood tension may not be more than 140/90, if so they will be categorized as hypertension patient. Risks occurred at the patient include increasing stroke risk, heart attack, and other health troubles such as peripheral circulation, train vascular problem and also retina. Appropriate sport for hypertension patients is decrepit gymnastic, beside its motion is itnitable; it is also good for senior citizens and can decrease blood tension of hypertensive individuals.

As defined above the research concluded that there are influences of decrepit gymnastics toward blood tension of women hypertension patients aged 40 and over. The research was aimed to understand influences of decrepit gymnastic toward blood tension of hypertension patients aged 44 and over. And the issue was formulated as follows: is there influence decrepit gymnastic toward blood tension of hipertensive individuals aged 40 and over.

This research method used population research. The independent varlabel is decrepit gymnastic and that of dependent is hypertension. Population in the research are women aged 40 of hypertension patients in Decrepit Gymnastic in Kedurus Surabaya. And the taken samples are 10 individuals.

Blood tension was taken using tensiometer/sphygmomanometer. The research concluded that result of sistole t-calculation 13.42 was greater than t-­table 2.262 on signification stage 0.05, dk; 9 and t-calculation diastole 9.64 was greater than t-table 2.62 on signification stage 0.05 and dk; 9, from these result it can be concluded that There are influences decrepit gymnastic toward blood tension of hypertension patients before and after.

Keyword: hypertensions, age, gymnastics exercise toward

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

Implementasi Prinsip-Prinsip Perkembangan dan Pertumbuhan dalam Pembinaaan Cabor Sepak Takraw

 

Edisi : Vol. 4, No. 1, April 2009
Oleh : Sudarso ( FIK-UNESA )

 

Abstraksi :

Atikel ini akan membahas tentang karakteristik pelatihan olahraga yang sesuai dengan karakterisik perkembangan anak. Sehingga diharapkan dengan memahaminya, pelatihan olahraga dapat mencapai hasil yang lebih optimal. Dengan pelaksanaan pelatihan olahraga yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak maka akan mencegah terjadi pencapaian prestasi puncak terlalu dini. Melalui penyesuaian teoritis antara karakteristik biomotor utama dan karakteristik perkembangan motorik, dalam sepak takraw telah dapat ditentukan usia awal pelatihan yaitu 11 tahun putri dan 12 tahun putra. Sehingga dengan diketahuinya usia permulaan ini, dapat mempermudah pembuatan program latihan dan kebijakan pembinaan olahraga sepak takraw. sehingga prestasi optimal dalam sepak takraw dapat tercapai

Keyword: Karakteristik Perkembangan Motorik, Karakteristik Biomotor Sepak Takraw

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]

Teknik Pukulan Volley Tenis Lapangan Dipengaruhi oleh Faktor Kekuatan Peras Tangan

Teknik Pukulan Volley Tenis Lapangan Dipengaruhi oleh Faktor Kekuatan Peras Tangan

Edisi : Vol. 4, No. 1, April 2009
Oleh : Advendi Kristiyandaru ( FIK-UNESA )

Abstraksi :

Tenis merupakan salah satu olahraga prestasi yang mampu membawa nama harum bangsa kita. Kejuaraan-kejuaraan tenis tingkat regional, nasional dan internasionalpun sering digelar di negara kita. Untuk membelajarkan tenis perlu juga memberikan latihan kondisi fisik kepada para atlet yang menunjang prestasinya. Salah satunya adalah latihan kekuatan peras tangan. Teknik pukulan dalam permainan tenis sangat banyak, antara lain groundstroke,volley, serve, smash. Pukulan volley dalam tenis lapangan adalah pukulan yang ditakuti oleh lawan, karena juga merupakan pukulan yang mematikan. Pukulan volley yang baik dan benar juga perlu ditunjang oleh kekuatan peras tangan.

Keyword: kekuatan peras tangan, pukulan volley

Download:
Abstraksi: [ pdf ] [ doc ] [ ps ]